Sharing Alumni (Stepanie Juanita)

Tell us more about what you are doing now in your work and how  it relates to our calling as Christians in this world.

Di pekerjaan saya yang sekarang, saya bertanggung jawab dalam marketing activities yang dilakukan perusahaan, which includes brand management, marketing materials production, advertisements and public relation/communication. How this job might relate to God’s calling may not be very straightforward, but I believe that this job can help customers to better understand the products and to equip them with the right information before they make decision to purchase in order to avoid post-purchase disappointments. 

Sejujurnya, pada awal saya mulai bekerja, saya merasa sangat sulit untuk me-relate apa yang saya kerjakan dengan calling dari Tuhan. Saya selalu berpandangan bahwa pekerjaan yang relatable dengan calling dari Tuhan adalah pekerjaan yang mempunyai direct impact yang besar terhadap kehidupan orang lain, contohnya seperti hamba Tuhan, dokter, guru, scientist dll.  Namun pada saat saya mengikuti camp KARIS September tahun lalu, melalui sesi pembicara dan sharing kelompok, saya diingatkan bahwa our ultimate calling is to glorify God, dan melalui pekerjaan sekecil apapun, asalkan kita kerjakan dengan penuh tanggung jawab kepada Tuhan, adalah pekerjaan yang memuliakan Tuhan. 

Melalui sharing dengan teman2 seiman, saya juga diingatkan bahwa calling sebagai Christian di dunia pekerjaan bukan saja tentang pekerjaan apa yang kita kerjakan, namun juga bagaimana kita bisa menjadi garam dan terang di antara colleagues yang mungkin bukan orang percaya. Bagaimana kita sebagai orang Kristen bisa menginfluence dan membawa perusahaan/ teman-teman kantor kearah lebih baik melalui attitude kerja yang baik. Mungkin melalui hal hal yang kita anggap kecil, seperti being punctual, being responsible in even the smallest tasks, being joyful amidst problems and not be involved in office politics and gossips, which may be challenging. 

What are some of the challenges you face in your workplace as Christians?

Challenge terbesar yang saya hadapi dalam pekerjaan di bidang ini adalah “to not be deceiving”. As a marketer, word is the major element of our work. Seringkali kita memilih kata-kata tertentu untuk memberikan image yang baik untuk perusahaan atau produk tertentu. It is very easy to claim that we are not telling outright lies, but a lot of the times, we are not presenting the whole truth either. Tim Keller said in one of his books, “if words are technically factual but stated in such a way to mislead, then they are still dishonest – perhaps even more powerfully so.” Ini adalah struggle yang masih sering saya hadapi, bagaimana untuk tetap menjadi orang Kristen yang menjaga integritas untuk jujur dalam pekerjaan. 

How did ISCF equip you to be salt and light in the marketplace?

Personally, saya merasa bahwa dunia pekerjaan adalah one of the most challenging things in my life, namun juga adalah hal yang membuat saya semakin bersandar kepada penyertaan Tuhan. Saya sangat bersyukur karena melalui ISCF di masa kuliah saya, banyak hal yang saya pelajari di ISCF. Two main things that are still very applicable at workplace for me are “to be courageous in telling the truth” and “dare to be different”. Seringkali sebagai orang Kristen di pekerjaan dan disaat kita menceritakan tentang iman kita atau kepercayaan kita, teman-teman kerja mungkin menganggap kita boring, fanatik atau aneh. Mungkin jika bukan karena apa yang telah saya pelajari di ISCF dulu, saya masih akan struggle tentang hal ini, dan mungkin saya  masih akan merasa tidak nyaman untuk berdoa disaat makan bersama teman2 non Kristen. 

How can your Christian community (e.g. church, ISCF alumni ministry) support you in your daily walk as a Christian? 

Saya juga sangat bersyukur karena melalui komunitas Kristen, baik ISCF ataupun OSG dari gereja, saya memiliki teman2 seiman yang sampai sekarang masih menjadi tempat sharing saya dalam pergumulan baik tentang pekerjaan ataupun hal lain dalam kehidupan sehari-hari. There are times when it felt difficult and painful, especially when you were sharing and hoping for them to agree with your action (when you may not actually be right), but what you got were rebuke and questions instead. However, at the end of the day, we realize that those are loving rebukes that are actually important to keep us in line when we are wandering away from Jesus. This is why the Christian community is important. 

Last but not least, I just want to share that although work is important, at the end of the day our job is not something that defines us. Our ultimate identity is still us as the children of God. Oleh karena itu, semoga kita bisa hidup memuliakan Allah baik dalam studi, pekerjaan ataupun kehidupan sehari-hari kita. As it is said in 1 Corinthians 10:31 “So, whether you eat, or drink, or whatever you do, do all to the glory of God.”

 

Written by:

Stepanie Juanita
SIM, Business Management with Communications (2012-2016)
GROHE,Marketing Executive

for Pistos August 2018 (Indonesian Ministry newsletter)

Tags:


X